Jumat, 04 Maret 2011

Tugas Terapan Komputer Perbankan

TENTANG PERBANKAN

Uang

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya,

Jenis-Jenis Uang
Jenis-Jenis uang di bagi menjadi dua yaitu:
- Uang kartal, yaitu uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang logam dan uang kertas
- Uang Giral, merupakan surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga. Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.

Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan atau tagihan (claims) dibandingkan aset nonfinancial atau aset riil. Lembaga keuangan memberikan kredit kepada nasabah dan menanamkan dananya dalam surat-surat berharga. Di samping itu, lembaga keuangan juga menawarkan berbagai jasa keuangan antara lain menawarkan berbagai jenis skema tabungan, proteksi asuransi, program pension, penyediaan sistem pembayaran dan mekanisme transfer dana. Lembaga keuangan merupakan bagian dari sistem keuangan dalam ekonomi modern yang melayani masyarakat pemakai jasa-jasa keuangan.

Bank
- Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut. Berikut di bawah ini adalah macam-macam dan jenis-jenis bank yang ada di Indonesia beserta arti definisi / pengertian masing-masing bank.
- Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak

Klasifikasi Bank
Ada beberapa jenis pengklasifikasian bank, yaitu :

- Berdasarkan segi fungsinya, bank diklasifikasi menjadi:
1. Bank umum (komersial + syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
2. BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

- Berdasarkan segi kepemilikannya, bank diklasifikasi menjadi:
1. Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah;
2. Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia;
3. Bank koperasi: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh perusahaan berbadan hukum koperasi;
4. Bank asing: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing, baik swasta maupun pemerintah asing.
5. Bank campuran: bank yang modalnya dimiliki swasta nasional Indonesia dan asing, dan pada umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta Indonesia.

- Berdasarkan segi statusnya, bank diklasifikasi menjadi :
1. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.
2. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

- Berdasarkan segi cara menentukan harga, bank diklasifikasi menjadi :
1. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga tertentu, baik untuk dana yang dikumpulkan maupun disalurkan.
2. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

Deregulasi Perbankan Indonesia
Deregulasi perbankan merupakan liberalisasi pada sektor perbankan dalam rangka menciptakan lingkungan operasi yang mendukung demi terwujudnya kondisi perbankan yang sehat selain itu deregulasi dapat diinterptretasikan mengurangi hambatan-hambatan yang tidak perlu, yang disebabkan oleh produk hukum yang diciptakan oleh aparatur pemerintah.
Salah satu maksud dari kebijakan deregulasi yang diambil pemerintah Indonesia adalah upaya untuk membangun suatu system perbankan yang sehat, efisien, dan tangguh. Kondisi perekonomian pada akhir periode 1982 / 1983 kurang menguntungkan, baik karena faktor eksternal maupun internal. Kemampuan pemerintah untuk menopang dana pembangunan semakin berkurang, untuk itu dilakukan perubahan strategi untuk mendorong peranan swasta agar lebih besar.

Sumber Dana Bank
Sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai operasinya. Hal ini sesuai dengan fungsinya bahwa bank adalah lembaga keuangan dimana kegiatan sehari-harinya adalah dalam bidang jual beli uang, tentunya sebelum menjual uang bank harus lebih dulu membeli uang.
Terdapat tiga sumber dana bagi bank, yaitu :
1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri (dana Intern)
Sumber dana ini merupakan sumber dan dari modal sendiri, atau modal setoran dari para pemegang sahamnya. Secara garis besar pencarian dana sendiri diperoleh dari :
- setoran modal pemegang saham
- cadangan bank (laba tahun lalu)
- laba bank yang belum dibagikan (modal sementara)

2. Dana yang berasal dari masyarakat luas (dana ekstern)
Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasi dari sumber ini. Sumber dana ini cukup mudah diperoleh dengan memberikan bunga dan fasilitas menarik lainnya. Contoh sumber dana ini ni :
- Giro
- Tabungan
- Deposito

3. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya.
Dana ini merupakan dana tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua. Biasanya dana ini relatif lebih mahal dan siftnya hanya sementara waktu. Peroleh dana ini antara lain :
- Kredit Likuiditas Bank Indonesia, merup. Kredsit dari BI bagi bank yang mengalamu kesulitan likuiditas.
- Pinjaman Antar Bank (call money), biasanya dilakukan bank jika mengalami kalah kliring. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relatif tinggi.
- Pinjaman dari bank-bank luar negeri
- Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dalam hal ini bank yang menerbitkan SBPU yang kemudian diperjualbelikan pad apihak yang berminat.

Alokasi Dana
Alokasi dana dapat dikatakan dengan kegiatan penyaluran dana disebut yang bentuknya adalah seperti pinjaman atau sering disebut kredit atau dengan arti lain adalah menjual kembali dana yang diperoleh dari penghimpunan dana dalam bentuk simpanan



Referensi :

http://syadiashare.com/pengertian-uang-dan-jenis-jenis-uang.html
http://fakhrurrazypi.wordpress.com/tag/pengertian-lembaga-keuangan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Bank
http://rizcka.blogspot.com/2010/03/manajemen-perbankan-2-klasifikasi-bank.html
http://syahrezagundar.blogspot.com/2010/10/deregulasi-perbankan.html
http://kartika.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/file/3199/Materi+2+SumberDanaBank.pdf
http://blog.uad.ac.id/aftoni/files/2009/03/kegiatan-pengalokasian-dana-bab-v.ppt

Selasa, 19 Oktober 2010

RESIKO DAN PAJANAN

1. Ketika anda ke bioskop, anda membeli tiket yang sudah diberi nomor dari loket atau kasir. Tiket tersebut diberikan ke orang lain di pintu masuk bioskop. Ketidakberaturan jenis apa yang ingin di hindari oleh bioskop? Pengendalian apa yang digunakan untuk menghindari ketidakberaturan tersebut? Resiko dan pajanan apa yang dapat dihindari?

2. Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil. Berikan pendapat anda mengenai pernyataan tersebut.

Jawab

1. Ketidakberaturan pembelian tiket tidak pada loket. hal ini biasa disebut dengan calo. bisa calo dari dalam atau dari luar jga, bsa security atau orang umum. Calo membeli tiket dengan harga normal atau standar harga lalu dia menjual tiketnya lagi kepada orang lain atau konsumen dengan harga yang 2x lipat lebih mahal dari harga normal. Pengendalian yang dilakukan adalah ada petugas keamanan atau security yang jujur yg bertugas menjaga di loket dan pintu masuk bioskop
Resikonya membeli tiket pada calo, pajanannya harga tiket bisa lebih mahal dari harga normal

2. Menurut saya pembagian tugas secara efektif itu layak secara ekonomis pada bisnis kecil karena penting sekali manfaatnya pada bisnis kecil untuk memajukan usahanya seperti program yang dicanagkan sekarang oleh pemerintah kita seperti UKM (usaha kerja menengah)

Selasa, 12 Oktober 2010





TINJAUAN MENYELURUH SIA

KONSEP DAS

AR S

IST

EM


SUATU SISTEM DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI SUATU KESATUAN YANG TERDIRI DARI DUA ATAU LEBIH KOMPONEN ATAU

SUBSISTEM YANG BERINTERAKSI UNTUK MENCAPAI TUJUAN.

CONTOH : SISTEM KOMPUTER

SISTEM PEMBELAJARAN

SISTEM DAPAT TERDIRI DARI SISTEM-SISTEN BAGIAN (SUBSYSTEM)

CONTOH : SISTEM KOMPUTER YANG TERDIRI D

A

RI SUBSI

STEM PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNA

K.

SUBSISTEM PERANGKAT KERAS (HARDWARE) TERDIIR

I DARI

ALAT MASUKAN, ALA

T PEMROSES, ALAT KELUARAN DAN SIMPANAN LUAR.

KOMPONEN SIA

Orang-orang

Prosedur-prosedur

Data

Software

Infrastruktur Teknologi Informasi

Tiga Fungsi Penting SIA dalam Organisasi

Mengumpulkan dan Menyimpan data tentang Aktivitas

aktivitas yang dilaksanakan oleh Organisasi agar pihak manajemen, pegawai dan pihak pihak luar yang berkepentingan da

pat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi

Mengubah data menjadi Informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan

Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga as

et –aset organisasi termasuk data organsiasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuh

kan, akurat dan andal

INFORMASI YANG DIHASILKAN SISTEM INFORMAS

I A

KUNTANSI

TERDIRI DARI :

NERACA

LAPORAN LABA/RUGI

LAPORAN PERUBAHAN MODAL

LAPORAN ARUS KAS

PENGGUNA OUTPUT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI :

PIMPINAN PERUSAHAAN

PEMILIK PERUSAHAAN

PEGAWAI

KREDITUR

INVESTOR / CALON INVESTOR

PEMERINTAH

PENDUDUK

KARAKTERISTIK INFORMASI YANG BERGUNA BA

GI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

v RELEVAN

v HANDAL

v LENGKAP

v TEPAT WAKTU

v DAPAT DIPAHAMI

v DAPAT DIVERIFIKASI

DEFINISI AKUNTANSI

AICPA (AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANS)

AKUNTANSI ADALAH SUATU SENI PENCATATAN, PENGELOMPOKKAN DAN PENGIKHTISARAN MENURUT CARA YANG BERARTI DAN DINYATAKAN DALAM NILAI UANG, SE

GALA TRANSAKSI DAN KEJADIAN YANG SEDIKIT-DIKIT

NYA BERSIFAT FINANSIAL DAN KEMUDIAN MENAFSI

RKAN HASILNYA.

DEFINISI MENURUT AAA (AMERICAN ACCOUNTING ASSOCIA AKUNTANSI SEBAGAI PROSES YANG MELIPUTI IDENTIFIKASI, PENGUKURAN DAN PENGKOMUNIKASIAN INFORMASI EKONOMI, YANG MEMUNGKINKAN PENILAIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERHARGA OLEH PENGGUNA INFORMASI.

REVISI AICP AKUNTANSI ADALAH AKTIVITAS JASA YANG BERFUNGSI UNTUK MENGHASILKAN INFORMASI

YANG BERSIFAT ANGKA, TERUTAMA TENTANG FINANSIAL

, DARI SUATU UNIT ENTITAS EKONOMI, YANG DIMAKSUDKAN UNTUK DAPAT BERGUNA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKONOMI, DALAM MENENTUKAN PILIHAN YANG DIANGGAP MEMILIKI DASAR YANG KUAT DIBANDINGKAN JIKA KITA MENGAMBIL PILIHAN YANG LAIN.

MENURUT KAPLAN & NORTON AKUNTANSI DIARTIKAN SUATU SISTEM INFORMAS

I YANG MERUPAKAN BAGIAN DARI SISTEM BISNIS KESELURUHAN DI ERA INFORMASI. AKUNTANSI DIBUTUHKAN DISETIAP DENYUT BISNIS D

I ERA INFORMASI.

AKUNTANSI MENJADI MULTIDIMENSI DILIHAT DARI BERBAGAI PERSPEKTIF AKUNTANSI SEBAGAI IDEOLOGI, BAHASA, CATATAN HISTORIS, REALITAS EKONOMI, SISTEM INFORMASI, KOMODITI, PERTANGGUNG J

AWABAN DAN

TEKNOLOGI.




















DEFINISI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ADALAH SUATU KERANGKA KERJA YANG TERINTEGRASI PADA SUATU ENTITAS YANG MELIBATKAN SUMBER DAYA UNTUK MENTRANSFORMASIKAN DATA EKONOMI KEDALAM BENTUK INFORMASI KEUANGAN YANG DIGUNAKAN UNTUK

MEMBENTUK OPERASI DAN AKTIFITAS DALAM LEMBAGA

MENYEDIAKAN INFORMASI TENTANG ENTITAS TERSEBUT

SIA MELAKSANAKAN EMPAT TUGAS DASAR PENGOLAHAN DATA

PENGUMPULAN DATA

MANIPULASI DATA MELIPUTI

PENGKLASIFIKASIAN

PENYORTIRAN

PENGHITUNGAN

PENGIKTISARAN

PENYIAPAN DATA

PENYIAPAN DOKUMEN

OLEH SUATU TINDAKAN CONTOH FAKTUR

OLEH JADWAL WAKTU CONTOH LAPORAN KEUANGAN

MENGAPA MEMPELAJARI SIA

SIA yang efektif penting bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.

Mempelajari SIA adalah Hal yang penting dalam Akuntansi

Pemakaian Informasi didalam pengambilan keputusan

Sifat, Desain, Pemakaian dan Implementasi SIA

Pelaporan Informasi Keuangan

Matakuliah SIA melengkapi matakuliah sistem lainnya.

KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

MELAKSANAKAN TUGAS YANG DIPERLUKAN

BERPEGANG PADA PROSEDUR YANG RELATIF STANDAR

MENANGANI DATA YANG RINCI

TERUTAMA BERFOKUS HISTORIS

MENYEDIAKAN INFORMASI PEMECAHAN MASALAH MINIMAL

KONTRIBUSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SIA BERKONTRIBUSI PADA PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGHASILKAN LAPORAN – LAPORAN STANDAR YANG MENGIKHTISARKAN KONDISI FINASIAL PERUSAHAAN DAN MENYEDIAKAN DATABASE YANG DIGUNAKAN OLEH SUBSISTEM CBIS YANG LAIN

JENIS – JENIS

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

v SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

v SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (MIS)

v SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

v SISTEM INFORMASI PEMASARAN

v SISTEM INFORMASI KEUANGAN

v SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

v SISTEM INFORMASI PENUNJANG KEPUTUSAN (DSS)

v SISTEM PAKAR (ES)

OFFICE AUTOMATION (OA)


Studi Kasus PT. Maju

Diketahui Data – data keuangan PT. Maju Per 31 Desember 2001

sebagai Berikut :

Kas : 6.000.000

Piutang : 2.000.000

Perlengkapan Kantor : 3.000.000

Peralatan Kantor : 4.000.000

Pendapatan Bunga : 3.000.000

Tanah : 5.000.000

Hutang Usaha : 5.000.000

Sewa dibayar dimuka : 1.500.000

Modal Maju : 6.000.000

Pendapatan komisi : 11.000.000

Hutang Gaji : 2.000.000

Biaya Iklan : 1.000.000

Biaya Listrik : 2.500.000

Prive Maju : 2.000.000

Diminta :

Buatlah Laporan Keuangan

Tugas Kasus PT. Makmur

Diketahui Data – data keuangan PT. Makmur Per 31 Desember 2002

sebagai Berikut :

Kas : 6.200.000

Piutang Dagang : 2.240.000

Hutang Dagang : 1.800.000

Perlengkapan Kantor : 265.000

Bunga dibayar dimuka : 50.000

Peralatan Kantor : 6.600.000

Hutang Wesel : 3.000.000

Modal PT. Makmur : 10.000.000

Pendapatan Komisi : 5.700.000

Pendapatan Sewa : 180.000

Biaya Perlengkapan : 3.900.000

Biaya Pemeliharaan : 80.000

Biaya Iklan : 395.000

Sewa dibayar dimuka : 900.000

Biaya Telepon : 50.000


PT.MAJU

Laporan Laba/Rugi

Per 31 desember 2001

Pendapatan

· Pendapatan Bunga 3.000.000

· Pendapatan Komisi 11.000.000 +

14.000.000

Biaya-biaya Operasi

· Biaya Iklan 1.000.000

· Biaya Listrik 2.500.000+

(3.500.000)-

Laba Usaha >>>>>>>> 10.500.000

PT MAJU

Neraca

per 31 Desember 2001

Aktiva

Aktiva Lancar :

Kas Rp 6.000.000

Piutang Rp 2.000.000

Perlengkapan Kantor Rp 3.000.000

Sewa dibayar dimuka Rp 1.500.000 +

Total Aktiva Lancar Rp 12.500.000

Harta Tetap :

Peralatan Kantor Rp 4.000.000

Tanah Rp 5.000.000 +


Total Harta Tetap&Lancar Rp 21.500.000

Utang dan Modal

Utang :

Utang Gaji Rp 2.000.000

Utang Usaha Rp 5.000.000 +

Total Utang Rp 7.000.000

Modal :

Modal PT Maju Rp 14.500.000 +

Total Utang & Modal Rp 21.500.000


PT.MAJU

Laporan Perubahan Modal

Per 31 desember 2001

Modal Awal 6.000.000

Laba Usaha 10.500.000+

16.500.000

Prive (2.000.000)-

Modal Akhir >>>>>>>>> 14.500.000

PT MAKMUR

Neraca per 31 Desember 2002

Aktiva

Aktiva Lancar :

Kas Rp 6.200.000

Piutang Dagang Rp 2.240.000

Perlengkapan Kantor Rp 265.000

Bunga dibayar dimuka Rp 50.000

Sewa dibayar dimuka Rp 900.000 +

Total Aktiva Lancar Rp 9.655.000

Harta Tetap :

Peralatan Kantor Rp 6.600.000 +


Total Harta Tetap & Lancar Rp 16.255.000

Utang dan Modal

Utang :

Utang Dagang Rp 1.800.000

Utang Wesel Rp 3.000.000 +

Total Utang Rp 4.800.000

Modal :

Modal PT Makmur Rp 11.455.000 +

Total Utang & Modal Rp 16.255.000

PT.MAKMUR

Laporan laba/rugi

Per 31 desember 2002

Pendapatan

Pendapatan Komisi 5.700.000

Pendapatan Sewa 180.000+

5.880.000

Biaya Operasi

Biaya Perlenkapan 3.900.000

Biaya Pemeliharaan 80.000

Biaya Iklan 395.000

Biaya Telepon 50.000+

(4.425.000)-

Laba Usaha >>>>>>>>> 1.455.000

PT.MAKMUR

Laporan Perubahan Modal

Per 31 desember 2002

Modal Awal 10.000.000

Laba Usaha 1.455.000+

Modal Akhir >>>>>>>>> 11.455.000